Jumat, 13 Maret 2026
porosnusantara.co.id| Jakarta – Ajang Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) bersama Indonesia Procurement Forum & Expo (IPFE) 2026 resmi diluncurkan di Gedung Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya rangkaian menuju pameran dan forum pengadaan barang dan jasa pemerintah terbesar di Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 29–31 Juli 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI), serta LKPP, dengan PT Satu Tujuan Event (Satue) sebagai pelaksana kegiatan.
Mengusung tema “Dari Digitalisasi Menuju Pengadaan Modern: Transformasi Berbasis Data untuk Indonesia Emas”, ICEF–IPFE 2026 dirancang sebagai wadah yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa nasional.
Acara peluncuran dibuka oleh Kepala LKPP Sarah Sadiqa, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya N. Bakrie, serta Ketua Umum IAPI Andi Zabur Rahman. Dalam kesempatan itu, para pembicara menekankan pentingnya transformasi digital dan pemanfaatan data untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, serta memperluas akses dunia usaha dalam pengadaan pemerintah.
Selain menjadi ajang pameran, ICEF–IPFE 2026 juga akan menghadirkan berbagai forum diskusi, talkshow, bimbingan teknis, serta temu bisnis yang membahas kebijakan dan praktik terbaik dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat memperoleh informasi mengenai regulasi terbaru, peluang pasar pengadaan, serta inovasi dalam sistem pengadaan yang diterapkan oleh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Pameran ini akan memanfaatkan area seluas sekitar 2.700 meter persegi di Grand Ballroom JIExpo Kemayoran dan ditargetkan diikuti oleh sekitar 150 perusahaan dari berbagai sektor strategis, seperti pangan, energi, kesehatan, pendidikan, serta pembangunan perumahan nasional.
Selain peserta pameran, acara ini juga menargetkan sekitar 15.000 pengunjung dari kalangan pejabat pemerintah dan pengelola pengadaan, termasuk Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pengadaan, serta Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ).
Sejumlah organisasi pemerintah daerah juga dijadwalkan hadir, di antaranya Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) dan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).
Kegiatan ini juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi pasar pengadaan pemerintah yang nilainya mencapai lebih dari Rp391 miliar serta memperluas kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam sistem pengadaan berbasis teknologi.
Sumber: Tabloit Poros Nusantara